Dr. Pervez Amirali Hoodbhoy, lahir di Karachi ada tanggal 11 Juli 1950, tinggal di Islamabad tempat ia mengajar fisika selama 47 tahun (1973-2021) di Universitas Quaid-e-Azam. Dari tahun 2013-2020 ia menjabat sebagai Profesor Fisika dan Matematika Terkemuka di Forman Christian College-University, Lahore.
Sebelumnya, untuk periode singkat ia menjadi profesor tamu di MIT, Carnegie Mellon University, University of Maryland, dan peneliti pascadoktoral di University of Washington.
Hoodbhoy lulus dari MIT dengan gelar sarjana di bidang teknik elektro dan matematika (1973), gelar master di bidang fisika zat padat (1973), dan gelar PhD di bidang fisika nuklir (1978). Ia adalah sponsor dari The Bulletin of the Atomic Scientists, anggota dari Panel Pemantauan Tetap Federasi Ilmuwan Dunia, dan pendiri sekaligus direktur Pusat Pendidikan Publik Eqbal Ahmad. Sejak 1988, ia memimpin Mashal Books di Lahore dan memimpin upaya penerjemahan besar-besaran untuk menghasilkan buku-buku dalam bahasa Urdu yang mempromosikan pemikiran modern, hak asasi manusia, dan emansipasi perempuan.
Pada tahun 1968 ia memenangkan Penghargaan Baker untuk Elektronika, dan pada tahun 1984 Penghargaan Abdus Salam untuk Matematika. Pada tahun 2003 ia dianugerahi Penghargaan Kalinga UNESCO untuk popularisasi sains. Pada tahun 2010 ia menerima Penghargaan Joseph A. Burton dari American Physical Society dan Penghargaan Jean Meyer dari Universitas Tufts. Pada tahun 2011, ia termasuk dalam daftar 100 pemikir global paling berpengaruh oleh majalah Foreign Policy.
Hoodboy sedang menjelaskan kondisi iklim dan cuaca di Pakistan.Selama tahun 2013-2017 ia menjadi anggota Dewan Penasihat Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Perlucutan Senjata. Pada tahun 2019 ia menerima gelar doktor kehormatan di bidang hukum dari Universitas British Columbia.
Film dokumenternya antara lain, “Pakistan dan India di Bawah Bayang-Bayang Nuklir” dan “Melintasi Garis – Kashmir, Pakistan, India”.
Pada tahun 2003, ia dianugerahi Penghargaan Kalinga UNESCO atas jasanya dalam mempopulerkan ilmu pengetahuan.
Pada tahun 2011, ia masuk dalam daftar 100 pemikir global paling berpengaruh versi majalah Foreign Policy.
Pada tahun 2003, Dr. Hoodbhoy juga diundang ke Dewan Pugwash . Beliau adalah sponsor dari The Bulletin of the Atomic Scientists , dan anggota dari Panel Pemantauan Tetap tentang Terorisme dari Federasi Ilmuwan Dunia (Erice).
Pada tahun 2010, Dr. Hoodbhoy menerima Penghargaan Joseph A. Burton dari American Physical Society dan Penghargaan Jean Meyer dari Universitas Tufts. Pada tahun 2011, beliau termasuk dalam daftar 100 pemikir global paling berpengaruh oleh majalah Foreign Policy. Sebagai kepala Mashal Books di Lahore, beliau memimpin upaya penerjemahan besar-besaran untuk menghasilkan buku-buku dalam bahasa Urdu yang mempromosikan pemikiran modern, hak asasi manusia, dan emansipasi perempuan.
Pada tahun 2013, beliau diangkat sebagai anggota Dewan Penasihat Sekretaris Jenderal PBB tentang Perlucutan Senjata.
Di Pakistan, apresiasi terhadap peran sentral ilmu pengetahuan dalam setiap kegiatan ekonomi modern masih sangat minim. Pervez Hoodbhoy menyesalkan kemerosotan kemampuan ilmiah kita dan mempertanyakan apakah kita dapat mengubah pandangan dunia kita.
Upaya untuk menempatkan ilmu pengetahuan dan teknologi Pakistan dapat dilakukan dengan menggunakan dua sudut pandang yang berbeda; membandingkan situasi saat ini dengan situasi pada tahun 1947 (dan bahkan sebelumnya); dan menarik persamaan antara Pakistan dan negara-negara lain di kawasan tersebut. Sebagai titik awal, saya akan mengambil munculnya pendidikan modern di India (sebagai lawan dari pendidikan tradisional) karena di sanalah pemisahan antara cara hidup modern dan konvensional dimulai.
Pervez Hoodhboy sedang diwawancara, dalam acara ThinkFest 2026 yang berlangsung pada 23-25 Januari 2026 di Alhamra, Lahore.Saat ini Hoodbhoy mengajar di Universitas Ilmu Manajemen Lahore, dan merupakan profesor tamu Matematika di Universitas Carnegie Mellon, serta profesor tamu fisika di Universitas Maryland di College Park, dan tetap menjadi ilmuwan tamu senior di Stanford Linear Accelerator Center. Ia juga sesekali memberikan kuliah tentang berbagai topik dalam Matematika dan Fisika di lembaga penelitian Amerika dan Eropa. Hoodbhoy adalah sponsor terkemuka dari The Bulletin of the Atomic Scientists, mewakili delegasi Pakistan. Ia juga merupakan anggota senior dari Federasi Ilmuwan Atom Pakistan (PASF).
Dalam film-film dokumenternya, Dr. Hoodbhoy sangat mengkritik program senjata nuklir Pakistan dan India. Ia juga menyoroti keseriusan Talibanisasi di Pakistan dan dampaknya yang langsung terhadap Asia Selatan. Film-film dokumenternya juga menunjukkan bahwa pasukan Amerika dan NATO di Afghanistan tidak membantu kehidupan rakyat Afghanistan dan tidak ada reformasi di sektor sosial dan publik Afghanistan; sebaliknya, pemberontakan dan korupsi semakin meningkat, yang juga menggoyahkan front barat Pakistan.
Source:
the-trebuchet.org/blog
eacpe.org/about-pervez-hoodbhoy
dawn.com/news
prideofpakistan.com








